Surah 4. An Nisaa', ayat 4 ~ Berikanlah maskawin (mahar) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian
dengan penuh kerelaan[267]. Kemudian jika mereka menyerahkan
kepada kamu sebagian dari maskawin itu dengan senang hati, maka makanlah
(ambillah) pemberian itu (sebagai makanan) yang sedap lagi baik akibatnya.
[267]. Pemberian itu ialah maskawin yang besar kecilnya
ditetapkan atas persetujuan kedua pihak, karena pemberian itu harus dilakukan
dengan ikhlas.
Surah 4. An Nisaa n , ayat 6 ~ Dan ujilah[269] anak yatim itu sampai mereka cukup umur untuk kawin. Kemudian jika menurut pendapatmu mereka telah cerdas (pandai memelihara harta), maka serahkanlah kepada mereka harta-hartanya. Dan janganlah kamu makan harta anak yatim lebih dari batas kepatutan dan (janganlah kamu) tergesa-gesa (membelanjakannya) sebelum mereka dewasa. Barang siapa (di antara pemelihara itu) mampu, maka hendaklah ia menahan diri (dari memakan harta anak yatim itu) dan barangsiapa yang miskin, maka bolehlah ia makan harta itu menurut yang patut. Kemudian apabila kamu menyerahkan harta kepada mereka, maka hendaklah kamu adakan saksi-saksi (tentang penyerahan itu) bagi mereka. Dan cukuplah Allah sebagai Pengawas (atas persaksian itu).
[269]. Yakni: mengadakan penyelidikan terhadap mereka tentang keagamaan, usaha-usaha mereka, kelakuan dan lain-lain sampai diketahui bahwa anak itu dapat dipercayai.
~
HARI BERBANGKIT
Kekuasaan Allah menciptakan alam dan nikmat-nikmat yang diberikan-Nya adalah bukti bagi kekuasaan-Nya membangkitkan manusia
---------------------------------------------------------------------------------
Surah 78. An Naba', ayat 4 ~ Sekali-kali tidak
[1545]; kelak mereka akan mengetahui,Surah 78. An Naba', ayat 4 ~ Sekali-kali tidak
[1545]Ini adalah sanggahan terhadap pendapat orang-orang kafir Mekah yang mengingkari hati berbangkit dan hari kiamat.
Surah 4. An Nisaa', ayat 78 ~ Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di
dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, dan jika mereka memperoleh
kebaikan[319], mereka mengatakan: "Ini adalah dari sisi
Allah", dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan: "Ini
(datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)". Katakanlah: "Semuanya (datang) dari sisi
Allah". Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak
memahami pembicaraan[320] sedikitpun?
[319]. Kemenangan dalam peperangan atau
rezki.
[320]. Pelajaran dan nasehat-nasehat yang diberikan.
[320]. Pelajaran dan nasehat-nasehat yang diberikan.
~
Surah 9. At Taubah, ayat 4 ~ kecuali orang-orang musyrikin yang kamu telah mengadakan perjanjian (dengan
mereka) dan mereka tidak mengurangi sesuatu pun (dari isi perjanjian)mu dan
tidak (pula) mereka membantu seseorang yang memusuhi kamu, maka terhadap mereka
itu penuhilah janjinya sampai batas waktunya[629].
Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaqwa.
[629]. Maksud yang diberi tangguh empat bulan itu ialah:
mereka yang memungkiri janji mereka dengan Nabi Muhammad SAW. Adapun mereka yang
tidak memungkiri janjinya maka perjanjian itu diteruskan sampai berakhir masa
yang ditentukan dalam perjanjian itu. Sesudah berakhir masa itu, maka tiada lagi
perdamaian dengan orang-orang musyrikin.
Surah 4. An Nisaa, ayat 9 ~ Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.
الحمدلله
No comments:
Post a Comment